Hubungi

0895414550003

: office@vianart-printingsolution.web.id 0271780689 Jl. Raya Solo - Gawok, Perum Puri Mayang Indah, Saripan RT 002/002 Mayang
Percetakan Solo VianArt
SHARE :

Langkah Kerja Mesin Cetak Offset

24
03/2018
Kategori : offset printing / tips dan tutorial
Komentar : 0 komentar
Author : vianart


Mesin Cetak Offset

Langkah Kerja Mesin Cetak Offset – Mesin cetak offset untuk ukuran poster mempunyai beberapa spesifikasi umum yang ditemukan dalam industri. Data dan informasi dibawah ini sangat bermanfaat bagi anda pebisnis dan professional yang bergelut disegmen cetak poster bila bermaksud mengembangkan bisnis anda saat ini. Secara khusus diberikan harga informasi mesin cetak offset bekas yang harganya menarik untuk dilirik dan relative terjangkau.

Ukuran Mesin Cetak Offset

Pemilihan mesin cetak offset biasanya yang ditentukan adalah ukuran mesin, dibawah ini beberapa ukuran mesin yang banyak dipakai, dengan asumsi poster yang akan dicetak ukurannya maksimum diantara 700x500mm.

  • Ukuran 720 x 520, mesin : Heidelberg SORM, Komori, SakuraiOliver72,
  • Heidelberg MO (65 x 48), Komori Sprint26 (640×460), Oliver66 (66 x 46),
  • Sakurai Oliver 580×440 (hanya Oliver yang ada ukuran ini, dan sangat
    digemari/ populer)
  • Ukuran 520 x 360mm : GTO52, Sakurai Oliver52, Ryobi 520

Menentukan Jumlah Warna Mesin Cetak Offset

Pemilihan jumlah warna ditentukan oleh besarnya tempat yang tersedia dan tentu alokasi budget yang ditetapkan. Jika akan memulai dengan mesin 2 warna cukup ideal, jika 1 warna untuk mencetak poster yang umumnya full colors (4 warna) maka mengulang 4 kali naik cetak. Tentu jika mesin 4 warna tentu lebih baik dengan catatan harga mesin jauh lebih mahal.

Dampening System pembasuh Air atau campuran Alcohol Mesin Cetak Offset

Mesin kecil masih banyak yang masih memakai sistim pembasuh air, dimana biaya operasi lebih murah tidak perlu beli alcohol, cukup fountain solution, tetapi setiap ganti tinta harus mencuci Moleton pada rol air (Sleeve roller atau selongsong handuk) sampai bersih. Sedangkan sistem Alcohol Dampening menggunakan Rol Karet ke Plate tidak memakai selongsong handuk, tetap memakai air, hanya menggunakan campuran Alcohol (IPA) pada fountain solution dengan hasil cetakan raster lebih tajam.

Perkiraan harga Mesin Cetak Offset (Bekas)

Saya menuliskan pekiraan harga bekas sebagai berikut :

  • 1 warna Sakurai Oliver 58, perkiraan Rp. 200-220 Juta
  • 1 warna Sakurai Oliver72, perkiraan Rp. 250-300 Juta
  • 1 warna Ryobi 520, perkiraan Rp. 150 Juta
  • 1 warna Heidelberg SORM, thn. 85-90 th perkiraan Rp. 350-400 Juta
  • 1 warna Komori Sprint26, pekiraan Rp. 250 Juta
  • 2 warna Komori Sprint26, perkiraan Rp. 300-500 Juta
  • 2 warna Heidelberg SORMZ, thn. 85-90 th perkiraan Rp. 450 – 900 Juta
  • 2 warna Heidelberg GTOZ52, thn. 85-90 th perkiraan Rp. 275 – 400 Juta
  • 2 warna Sakurai Oliver 258, thn 87- 95 th perkiraan Rp.350 – 500 Juta
  • 2 warna Sakurai Oliver 272, 88-90 th perkiraan Rp. 400 – 800 Juta

Cetak Offset – Ranah percetakan menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan, tak hanya digunakan dalam percekaan buka terkadang ranah ini bisa mencakup ranah promosi baik yang bersifat sticker maupun kaos. Dalam salah satu teknik yang kini sering digunakan adalah teknik cetak offset lalu apa pengertian dari cetak offset itu sendiri ?

Pengertian cetak offset adalah teknik cetak yang dipakai, di mana citra (image) bertinta di-transfer (atau di- “offset”) terlebih dahulu dari plat ke lembaran karet, lalu ke permukaan yang akan dicetak. (sumber : wikipedia)

Pada saat pengkombinasian dengan proses litografi, yang berdasarkan pada sifat air dan minyak yang tidak bercampur, maka teknik offset printing memakai sebuah pemuat citra yang rata (planographic) di mana citra yang akan dicetak mengambil tinta dari penggulung tinta (ink rollers), disamping itu area yang yang tidak dicetak menarik air, menjadikan area yang tak dicetak bebas tinta.

Pengertian Cetak offset lainnya seringkali disebut  juga chemical printing technique atau teknik cetak kimia, karena dalam prosesnya cetak offset memanfaatkan sifat tolak-menolak antara air dan minyak. Air yang dimaksud adalah air pembasah yang digunakan dalam cetak offset, dan minyak dianalogikan sebagai tinta yang digunakan dalam proses cetak.

Baca Juga : Mesin Offset Komori Enthrone 29 dan Lithrone g37

Langkah Kerja Mesin Cetak Offset :

  1. Proses cetak menggunakan mesin Cetak Offset Rolland Favorite.
  2. Mempersiapkan perlengkapan mencetak (alat dan bahan)
  3. Mempersiapkan seluruh komponen mesin diantaranya; Unit Pemasukan, Unit Pembasahan, Unit Penintaan, Unit Pencetakan, Unit Pengeluaran.
  4. Siapkan kertas cetak, tempatkan pada meja penumpuk kertas di unit pemasukan
  • Penempatan kertas kiri dan kanan di stel, posisi kertas berada di tengah meja penumpuk kertas.
  • Balok penahan kertas, sikat pemisah kertas, pelat pemisah kertas, angin penghembus kertas, staple tester atau kaki penginjak kertas disetel sesuai dengan posisi kertas pada meja penumpuk kertas di unit pemasukan
  • Menyetel Double Sheet Detector dengan cara mengatur jarak antara 2 roda dan kemudian di sesuaikan dengan kertas yang akan di cetak dalam kondisi dilipat menjadi 2.
  • Menyetel ban hantar kertas, bilah – bilah penahan kertas, roda sikat dan roda karet di meja aparat.
  • Setel penepat depan dan samping
  • Lakukan percobaan transportasi kertas
  1. Pasang rol – rol air pada unit pembasahan, isikan air pembasah dengan PH 5-6,5
  2. Pemasangan rol harus memperhatikan ketentuan sbb : rol ke-1 (arah serat ke kiri), rol ke-2 (arah serat ke kanan), rol ke-3 (arah serat ke kanan).
  3. Pelat cetak dipasang pada slinder pelat
  • Posisi kepala pelat dipasang pada klem penjepit pelat bagian kepala pada slinder pelat.
  • Sisipkan lembar bantalan berupa astralon di belakang pelat
  • Putar slinder plat secara perlahan dengan tombol inching, sehingga pelat masuk dan keluar pada bagian ekor yang kita pegang
  • Kunci plat bagian ekor pada klem penjepit plat bagian ekor di slinder plat
  • Cuci plat dengan plat cleaner / wash bensin menggunakan spon
  • Cuci blanket dengan air menggunakan spon
  1. Mempersiapkan tinta cetak dan memasukannya ke bak tinta pada unit penintaan
  2. Meratakan tinta pada rol – rol unit penintaan dengan cara menjalankan mesin
  3. Atur skala perputaran rol bak tinta sesuai kebutuhan tinta
  4. Menyetel pisau bak tinta sesuai kebutuhan tinta
  5. Jalankan mesin, unit pembasahan diaktifkan hingga terjadi pembasahan pada plat (bagian tidak mencetak),atur skala perputaran rol bak air sesuai kebutuhan
  6. Aktifkan unit penintaan sehingga terjadi kontak antara rol plat tinta dan plat pada slinder plat.
  7. Nyalakan kompresor mesin
  8. Aktifkan aparat unit pemasukan untuk transportasi kertas, amati jalannya kertas pada saat berhenti di penepat samping dan penepat depan.
  9. Lakukan cetak coba
  • Pancing cetakan pertama dengan kertas cetak coba +/- 10 lembar dan mencetak 1 kertas bahan
  • Menganalisa hasil cetak coba, perubahan – perubahan apa saja yang perlu dilakukan
  • Untuk register cetak lakukan penyetelan dari penepat samping dan depan atau dari posisi penarik plat pada slinder plat(jika jarak tidak melebihi 5mm) jika jarak yang akan dicapai sudah melebihi dari 5mm maka perubahan dilakukan dengan cara mengubah posisi slinder plat.
  • Untuk kestabilan warna perhatikan proof cetak atau color key yang ada apakah warna sudah mencapai sesuai dengan hasil yang diinginkan, lakukan penyetelan pada unit penintaan atau pada unit pembasahan.
  • Perhatikan kebersihan cetakan karena cetakan akan dicetak bolak balik (4/4)
  1. Pencetakan dimulai dari warna cyan , magenta , yellow , dan black (CMYK)
  2. Untuk pencetakan cyan, posisi atau register cetak adalah dimana cetakan atau image harus berada pada posisi tengah kertas.
  3. Untuk warna magenta , yellow , dan black hanya tinggal di paskan dengan pass crist warna cyan atau warna harus masuk dan menumpuk pada warna sebelumnya.
  4. Setelah proses cetak plat dibersihkan dengan wash bensin menggunkan spon.
  5. Plat yang sudah di cetak di berikan lapisan gom agar tidak teroksidasi.
  6. Blanket dicuci dengan wash bensin menggunakan spon.
  7. Untuk pergantian warna maka dilakukan pencucian mesin,angkat sisa – sisa tinta pada bak tinta, rakel dipasang pada tempatnya, jalankan mesin perlahan sambil memberikan wash bensin pada rol – rol tinta, matikan unit pembasahan saat pencucian plat.
  8. Mencuci rol – rol pembasah dengan wash bensin dengan cara melepas rol – rol pembasah pada unit penintaan.
  9. Melakukan analisa hasil cetakan dan menyortir hasil cetakan
  10. Membuat laporan hasil produksi.

Sekian Cara Kerja Mesin Cetak Offset dari kami semoga bermanfaat.

Berita Lainnya

13
09/2018
5
09/2018
Cetak Undangan Murah di Solo
Author : vianart
30
07/2018
25
07/2018
24
07/2018
23
07/2018
Pengertian CMYK dan RGB
Author : vianart


Tinggalkan Komentar